allah maha mengetahui yang baik

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH ingin memberikan hadiah kepada kita pelangi yang indah

selamat datang di blog saya

tinggalkan pesan sebelum pergi

Sabtu, 17 April 2010

TIDAK ADA ISLAM TANPA JAMAAH, TIDAK ADA JEMAAH TANPA IMAMAH



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Kalau ada di Indonesia para pakar Islam mengatakan bahwa Ummat Islam
Indonesia mengalami kemajuan.....sungguh sesuatu hal yang sangat ti-
dak dimengerti, dan ukuran apa yang dijadikan mereka untuk mengukur
kemajuan ummat Islam tersebut. Apa yang kita lihat dewasa ini, tidak
saja di Indonesia... bahkan diseluruh dunia ummat Islam sama sekali
tidak bisa dijadikan teladan bagi ummat-ummat lain. Perpecahan-perpe-
cahan sesama golongan dalam mainstream Islam sudah merupakan keadaan
yang tidak bisa disembunyikan lagi..Ummat Islam yang dikatakan oleh
Allah sebagai "khairu ummati ukhrijat linnasi"....sebaik-baiknya ummat
yang dibangkitkan Allah bagi manusia sama sekali belum bisa dilihat
secara visual dari performance ummmat Islam yang sekarang ini.

Melihat kebelakang di zaman Nabi Muhammad SAW dan para khalifah rasyi-
dah kita tidak melihat sama sekali adanya perpecahan dikalangan ummat
Islam. Ketika itu belum ada firqah atau golongan, juga belum ada suatu
organisasi atau partai yang bermerek Islam. Yang ada hanya "satu ummat"
dengan satu "pemimpin". Justeru kekompakan ummat dan keutuhannya itu
mengantarkan Islam kepada suatu kejayaan Ummat dan pada waktu itu Ummat
Islam merupakan ummat yang paling baik, teladan bagi siapa-siapa yang
mencari contoh yang baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Tetapi sesungguhnya ketika itu Rasulullah SAW telah mendapat ilham dan
beliau SAW telah menubuwatkan bahwa keadaan ummat Islam yang utuh dan
penuh kekompakan itu tidak akan berlangsung lama. Dalam sebuah hadits
Rasulullah SAW telah menubuwatkan bahwa pada suatu masa ummat Islam
itu akan berpecah belah, terdiri berbagai firqah dan golongan dan ber-
campur aduk dan saling bertengkar sesama mereka sendiri. Bagaimana ke-
adaan ummat Islam sepeninggal beliau ? Hadits berikut ini mengatakan:

"Manusia yang terbaik adalah manusia dimana saya berada ditengah-te-
ngahnya . kemudian angkatan yang berikutnya dan kemudian angkatan yang
berikutnya lagi" (Bukhari jilid 2, hal 186 Cetakan Mesir)

Nubuwatan Rasulullah ini nada-nadanya biasa saja, tetapi kalau kita me-
lihat dan membaca sabda-sabda beliau yang lainnya keadaanya sungguh sa-
ngat memprihatinkan. Beliau mengabarkan bahwa perpecahan ummat dan ke-
munduran ummat Islam akan menuju kepada keadaan yang sangat buruk se-
hingga ditegaskan beliau bahwa akan datang suatu masa dimana ummat Is-
lam itu akan "mengikuti jejak" kaum Yahudi dan Nasrani. Bukan saja da-
lam berpecah belahnya mereka tetapi juga dalam segala kelakuan dan
perangainya. Mengenai hal itu Rasulullah SAW bersabda dalam tiga ha-
dits berikut ini:

1. "Akan datang suatu masa atas manusia dimana tidak ada lagi yang
tinggal dari Islam kecuali namanya dan dari Al-Qur'an yang tingggal
hanya tulisannya. Mesjid-mesjidnya makmur tapi kosong dari petunjuk
dan Ulama-Ulama mereka akan menjadi wujud paling buruk dibawah ko-
long langit. Kekacauan (fitnah) akan keluar dari mereka tetapi ak-
hirnya kembali kepada mereka juga"..... (Riwayat Baihaqi)

2. "Kamu (orang-orang Islam) sudah tentu akan mengikuti jejak mereka
yang telah mendahului kamu, dalam setiap langkahnya , sedemikiannya
hingga apabila ada diantara mereka yang terperosok di lubang biawak,
kamu pun akan berlaku sama. Para sahabat menanyakan kepada Nabi Mu-
hammad SAW: "Ya, Rasulullah! Apakah yang engkau maksudkan itu kaum Ya-
hudi dan Nasrani?" Jawab beliau: "Siapa lagi?".....(Riwayat Bukhari
dan Muslim)

3. "Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu dari Ahli
Kitab , mereka bercerai berai menjadi tujuh puluh dua golongan dan
sesungguhnya dan sesungguhnya Millah (Ummat Islam) ini akan berpe-
cah belah menjadi tujuh puluh tiga Millah.... tujuh puluh dua dalam
Neraka dan satu dalam Jannah (sorga), yakni Al-Jama'ah"...(Riwayat
Abu Dawud)

Nah, dengan melihat dan membaca beberapa buah hadits diatas yang me-
nubuwatkan keadaan nasib Ummat Islam yang wujud diakhir zaman ini di-
hadapan kita, maka kita sama sekali tidak bisa mengingkari bahwa ke-
adaan sekarang ini secara global ummat Islam telah mengalami kemundur-
an total yang bertolakk belakang dari keadaan dizaman Rasulullah dan
para sahabat beliau. Kalau mayoritas Ummat Islam yang diisyaratkan
dengan "tujuh puluh dua Millah akan masuk Neraka".... tentu saja kare-
nak akibat kehidupan kita didunia sekarang ini tidak sesuai lagi de-
ngan ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW empat belas a-
bad yang silam itu. Hanya satu golongan yang masuk Jannah atau sorga
.... yaitu "Al-Jama'ah".

Siapakah yang dikatakan Al-Jama'ah itu? Bagaimana pula definisinya a-
gar kita ini bisa melihat dan menentukan golongan yang yang dikecua-
likan dari Neraka itu? Apabila kita melihat praktek shalat yang dila-
kukan ummat Islam ada dua macam cara. Yang pertama adalah shalat sen-
diri-sendiri sedang cara yang lain adalah berjamaah yang dipimpin oleh
seorang imam. Kalau kita melakukan shalat sendiri-sendiri yang jadi
imam dan makmum adalah kita sendiri maka itu bukanlah shalat berja-
maah namanya. Tetapi kalau kita terdiri beberapa orang saja dan mela-
kukan shalat bersama dengan dipimpin seorang imam maka itulah yang di-
namakan shalat berjamaah.

Apa tandanya kita itu berjamaah? Karena dengan beramai-ramai diri kita
siap untuk mengikuti "satu orang" yang disebut "Imam" itu. Apa saja ge-
rakan yang yang dia lakukan kita ikuti secara kompak sekali. Kalau ke-
betulan Imam lupapun kita tetap ikuti, dan hanya diperingatkan secara
sopan dengan meyebutkan "Subhanaallah". Dan kalau dia tidak ikuti te-
guran kita itu, kita tetap megikuti gerakannya. Inilah contoh "Jama'ah"
karena ada "imamnya". Bagaimana petunjuk Nabi tentang arti dan definisi
"Jama'ah dan Imam" ? Mari kita baca hadits berikut ini:

"Innahu laa islaama illaa bi-jamaatin, wala jamaata illaa bi-imaratin
, wala imarata illaa bi-taatin"......."Sesungguhnya tidak ada Islam tan-
pa Jama'ah dan tidak ada Jama'ah tapa pimpinan (imarat) dan tidak ada
pimpinan tanpa ketaatan". (Riwayat Ad-Darimi).

Mengomentari hadits diatas, Waali Al-Fattah (Minhajjin Nubuwwah) menga-
takan bahwa:

1. " Tidak ada Islam tanpa Jama'ah , sebaliknya tidak ada Ja-
maah tanpa Imam. Ini satu dengan lainnya saling berkait... (Buku Khila-
fah 'Ala Minhajin Nubuwwah hal 33).

2. " Talzamu Jama'atal Muslimina wa-Imamahum".... bahwa "Kamu harus ikut
Jamaah Muslimin yang ada Imamnya."

3. "Hendaklah kamu berpegang teguh kepada Al-Jama'ah dan kamu jauhilah
perpecahan (menyendiri) karena sesungguhnya syaitan itu bersama orang-
orang menyendiri dan dia menjauhkan diri dari dua orang. Barang siapa
yang hendak bertempat tinggal di Jannah (sorga), maka hendaklah ia me-
netapi Al-Jama'ah"... (Riwayat At-Tirmidzi dari Umar... Referensi Kitab
"Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah halaman 94).

Dengan hadits-hadits Rasulullah SAW diatas , maka menjadi jelaslah bagi
kita apa yang disebut "Jama'ah", yaitu kelompok manusia, besar atau ke-
cil, yang ada "Imamnya" dan "Imam" itu dipatuhi secara bulat. Sekarang
dizaman muttakhir abad internet ini adakah golongan...atau Jama'ah se-
perti yang diisyaratkan hadits-hadits diatas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

art

art
rose

menara putih

menara putih
The White Minaret at Qadian

baihisti maqbarah

baihisti maqbarah
pekuburan ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah
rabwah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
jalza salanah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
rabwah