allah maha mengetahui yang baik

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH ingin memberikan hadiah kepada kita pelangi yang indah

selamat datang di blog saya

tinggalkan pesan sebelum pergi

Jumat, 16 April 2010

Tafsir Al-Fatihah Bag 3


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)
Artinya:
“[a] Segala [5] puji [5a] hanya bagi Allah swt. , Tuhan [6] semesta alam.[6a]”.
________________________________________
[a] 6:2 ; 6:46 ; 10:11 ; 18 :2 ; 29:64 ; 30:19 ; 31:26 ; 34:2 ; 35:2 ; 37:183 ; 39:76 ; 45:37.

Tafsir :
[5]. “Dalam Bahasa Arab al itu lebih-kurang sama artinya dengan kata “the” dalam bahasa Inggeris. Kata al dipergunakan untuk menunjukan keluasan yang berarti, meliputi semua segi atau jenis sesuatu pokok, atau untuk melukiskan kesempurnaan, yang pula suatu segi segi keluasa oleh karena meliputi semua tingkat dan derajat, Al dipakai juga untuk menyatakan sesuatu yang telah disebut atau suatu pengertian atau konsep yang ada dalam pikiran”.

[5a]. “Dalam bahasa Arab dua kata madah dan hamd, dipakai dalam arti pujian atau syukur; tetapi kalau madah itu mungkin palsu, hamd itu senantiasa benar. Pula, madah dapat dipakai mengenai perbuatan baik yang tidak dikuasai oleh pelakunya; tetapi hamd hanya dipakai mengenai perbuatan baik yang tidak dikuasai dengan kerelaan hari dan dengan kemauan sendiri (Mufradat). Hamd mengandung pula arti pengaguman, penyanjungan, dan penghormatan terghadap yang dituju oleh pujian itu; dan kerendahan, kehinaan, dan kepatuhan orang yang memberi pujian (Lane). Jadi, hamd itu kata yang paling tepat dipakai disini, untuk maksud mengutarakan kebaikan, dan puji-pujian yang sungguh wajar lagi layak dan sebagai sanjungan akan kemuliaan Tuhan. Menurut kebiasaan, kata hamd, kemudian menjadi khusus ditujukan kepada Tuhan”

[6]. “Kata kerja rabba berarti, ia mengolah urusan itu; ia memperbanyak, mengembangkan, memperbaiki, dan melengkapkan urusan itu; ia memelihara dan menjaga. Jadi, Rabb berarti,
(a) Tuhan, Yang Dipertuan, Khalik (Yang menciptakan)
(b) Wujud Yang memelihara dan mengembangkan
(c) Wujud Yang menyempurnakan, dengan cara setingkat demi setingkat (Mufradat dan Lane). Dan jika dipakai dalam rangkaian dengan kata lain, kata itu dapat dipakai untuk orang atau wujud selain Tuhan”

[6a]. “Al-alamin itu jamak dari al-’alam berasal dari kata ‘ilm yang berarti “mengetahui.” Kata itu bukan saja telah dikenakan kepada semua wujud atau benda yang dingan sarana itu, orang dapat mengetahui Sang Pencipta (Aqrab). Kata itu dikenakan bukan bukan saja kepada segala macam wujud atau benda yang dijadikan, tetapi pula kepada golongan-golongannya secara kolektif, sehingga orang berkata ‘alamul-ins, artinya:alam manusia atau ‘alam-ul-hayawan, ialah, alam binatang. Kata al-’alamin tidak hanya dipakai untuk menyebut wujud-wujud berakal — manusia dan malaikat — saja. Alquran mengenakannya kepada semua benda yang diciptakan (26:24 – 29 dan 41:10). Akan tetapi, tentu saja kadang-kadang kata itu, dipakai dalam arti yang terbatas (2:123). Di sini kata itu dipakai dalam arti yang seluas-luasnya dan mengandung arti “segala sesuatu yang ada selain Allah swt.,” ialah, benda-benda berjiwa dan tidak berjiwa dan mencakup juga benda-benda langit — matahari, bulan, bintang, dan sebagainya.

Ungkapan “Segala puji bagi Allah swt.” adalah lebih luas dan lebih mendalam artinya daripada “Aku memuji Allah swt.”, sebab manusia hanya dapat memuji Tuhan menutur pengetahuannya; tetapi, anak kalimat “Segala puji bagi Allah swt.” meliputi bukan hanya sebagai puji-pujian yang di ketahui manusia, tetapi pula puji-pujian yang tidak diketahuinya. Tuhan layak mendapat puji-pujian setiap wahtu, terlepas dari pengetahuan atasu kesadaran manusia yang tidak sempurna. Tambahan pula, kata al-hamd itu masdar dan karena itu dapat di artikan kedua-duanya, sebagai pokok kalimat atau sebagai tujuan kalimat. Diartikan sebagai pokok, Al-hamdu lilahi berarti, hanyalah Tuhan memberikan pujian sejatidan tiap-tiap macam pujian yang sempurna hanya layak bagi Tuhan semata-mata. Untuk huruf al lihat 5.

Ayat ini menunjuk kepada hukum evolusi di dunia, artinya bahwa segala sesuatu mengalami perkembangan dan bahwa perkembangan itu terus-menerus — dan terlaksana secara bertahap, Rabb itu Wujud Yang membuat segala sesuatu tumbuh dan berkembang, setingkat demi setingkat. Ayat itu menjelaskan pula bahwa prinsip evolusi itu tidak bertantangan dengan dengan kepercayaan kepada tuhan. Tetapi proses evolusi yang disebut di sini,tidak sama dengan teori evolusi sebagai biasanya di artikan. Kata-kata itu dipergunakan dalam arti umum. Selanjutnya, ayatini menunjuk kepada kenyataan bahwa, manusia di jadikan untuk kemajuan takterbatas, sebab ungkapan Rabb-ul-’alamin itu mengandung arti bahwa, Tuhan mengembangkan segala sesuatu dari tingkatan rendah kepada yang lebih tinggi dan hal itu hanya hanya mungkin jika tiap-tiap tungkatan itu diikuti oleh tingkatan lain, dalam proses yang tiada henti-hentinya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

art

art
rose

menara putih

menara putih
The White Minaret at Qadian

baihisti maqbarah

baihisti maqbarah
pekuburan ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah
rabwah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
jalza salanah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
rabwah