allah maha mengetahui yang baik

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH ingin memberikan hadiah kepada kita pelangi yang indah

selamat datang di blog saya

tinggalkan pesan sebelum pergi

Selasa, 13 April 2010

KHILAFAT DALAM ISLAM

Assalamu'alaikum,

Biasanya Khilafatur-Rasyidah dipahami orang sebagai zaman khilafat sesudah
Rasulullah s.a.w. - sejak khilafat Abu Bakar pada tahun ke 12 sesudah Hijrah
sampai dengan khilafat Ali pada tahun ke 40 Hijriah.

Akan tetapi, menurut Hadits Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Hudzaifah
r.a., Khilafatur-Rasyidah itu terdiri atas dua masa: yang pertama adalah
seperti tersebut di atas, dan yang kedua adalah di masa kemudian. Rasulullah
s.a.w. bersabda:

"Kenabian akan tetap berada di antaramu selama Tuhan menghendaki. Dia akan
mengakhirinya dan meneruskannya dengan khilafat menurut tata-cara kenabian
selama Dia menghendaki dan kemudian akan mengakhirinya. Kemudian akan menyusul
suatu kerajaan yang penuh sengketa dan akan berlaku sepanjang dikehendaki oleh
Tuhan dan kemudian berakhir. Kemudian akan terwujud kerajaan zalim yang akan
berlangsung selama dikehendaki oleh Tuhan dan berakhir menurut perintah-Nya.
Kemudian akan muncul khilafat menurut tata-cara kenabian ...". Rasulullah
s.a.w. kemudian diam. (Musnad Ahmad).

Hadits ini merupakan nubuat dari Rasulullah s.a.w. mengenai sistem khilafat
yang dipimpin oleh Khalifah sepeninggal Rasulullah.

Kalimat: "Kenabian akan tetap berada di antaramu selama Tuhan menghendaki. Dia
akan mengakhirinya dan meneruskannya dengan khilafat menurut tata-cara kenabian
selama Dia menghendaki dan kemudian akan mengakhirinya." - Ini merujuk pada
masa kenabian Rasulullah s.a.w. dan para khalifahnya/penerusnya (Abu Bakr r.a.,
Umar r.a., Ustman. r.a., dan Ali r.a.) yang menjalankan khilafat berdasarkan
tata cara kenabian sepeninggal Rasulullah s.a.w. Nubuat ini telah sempurna
tergenapi.

Kemudian kalimat berikutnya: "Kemudian akan menyusul suatu kerajaan yang penuh
sengketa dan akan berlaku sepanjang dikehendaki oleh Tuhan dan kemudian
berakhir." Ini merujuk pada masa Khilafat dalam dinasti Umayyah, Abbasiah dll.
Nubuat ini juga telah tergenapi.

Kalimat ini: "Kemudian akan terwujud kerajaan zalim yang akan berlangsung
selama dikehendaki oleh Tuhan dan berakhir menurut perintah-Nya." - nubuat ini
telah tergenapi dan diakhiri dengan dibubarkannya Kerajaan Turki Usmaniyah pada
tahun 1924.

Kemudian kalimat yang paling akhir: "Kemudian akan muncul khilafat menurut
tata-cara kenabian ... Kemudian Rasulullah s.a.w. diam." - Ini menunjukkan
bahwa akan muncul lagi kenabian dan lahirnya re-instutusi khilafat seperti pada
masa Rasulullah s.a.w. dan para Sahabat dulu. Para ahli tafsir menjelaskan,
bahwa kalimat Hadits ini ditujukan kepada the second coming of Isa al-Masih,
yang sepeninggalnya kemudian dilanjutkan dengan Khalifah yang menurutkan tata
cara kenabian (khilafat 'ala minhajjin nubuwwah).

Lalu mengapa Rasulullah s.a.w. diam? Sebab, menurut pendapat saya, Rasulullah
s.a.w. hanya mengabarkan kedatangan al-Masih ibn Maryam saja untuk umat Islam,
dan beliau tidak menjelaskan keadaan sepeninggal al-Masih, namun beliau
implicitly dalam Hadits di atas menjelaskan bahwa khilafat sepeninggal al-Masih
nanti haruslah sesuai dengan tata-cara kenabian (khilafat 'ala minhajjin
nubuwwah).

Jadi, khalifah sebagai pemimpin khilafat itu bisa muncul setelah adanya seorang
nabi, yang di tempat lain dalam berbagai Hadits dilansir oleh Rasulullah s.a.w.
sebagai nabi Isa al-Masih ibn Maryam.

Jadi, untuk kasus Hizbut Tahrir misalnya, yang mengendaki adanya Khalifah untuk
memimpin Khilafah, maka khalifah itu adalah bukan sembarang orang, namun sesuai
dengan sabda Rasulullah s.a.w., khalifah yang dimaksud adalah sebagai penerus
dari Isa al-Masih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

art

art
rose

menara putih

menara putih
The White Minaret at Qadian

baihisti maqbarah

baihisti maqbarah
pekuburan ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah
rabwah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
jalza salanah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
rabwah