allah maha mengetahui yang baik

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH ingin memberikan hadiah kepada kita pelangi yang indah

selamat datang di blog saya

tinggalkan pesan sebelum pergi

Jumat, 16 April 2010

ARTI KHATAMAN-NABIYYIN



Kata “Khatam”

1. Allamah Az-Zarqani: “Sebagus-bagus Nabi dalam hal kejadian dan dalam hal akhlaq.” (Syarh Al-Mawahibul Laduniyah, Juz III, hal. 163).

2. Allamah Ibnu Khaldun: “Nabi yang mendapat Kenabian yang sempurna.” (Muqadimah Fatsal 52).

3. Abu Hasan Asy-Syarif Ar-Ridha: “Penjaga bagi syariat, pengumpul bagi ajaran dan tanda-tanda, cap atau stempel.” (Takhsinul Biyan Fii Majaazatil-Quraan, hal. 191-192).

4. Asy-Syech Bali Effendi: “Tidak ada sesudahnya Nabi yang membawa syariat dan tidak menghalangi adanya Nabi Isa di belakang beliau.” (Syarh Fususul-Hikam, hal. 56).

5. Menurut ahli Lughot `Arab: “Paling mulia”. (Miratusy-Syuruh, hal. 38).

6. Kamus Quran Imam Ar-Raghib: “Stempel.” (Di bawah kata “khatam”).

7. Allamah Abdul Fadhli: “Kebagusan atau perhiasan.” (Gharibul-Quraan Fii Lughatil-Quraan).

8. Lembaga Bahasa IAIN Syarif Hidayatullah: “Cincin”. (Al-`Arabiyyah Bin Namaazij, hal. 149).

9. Allamah Imam `Ali Al-Qori: “Tidak ada Nabi sesudahnya yang akan membatalkan agamanya, dan Nabi yang bukan dari umatnya.” (Maudhuat Kabir,
hal. 59).

10. Maulana Jalaluddin Rumi: “Limpahan karunia Tuhan tidak akan menyamai beliau saw. baik sebelumnya atau yang akan datang.” (Matsnawi, Jilid VII, hal. 8).

11. Waliyullah Syah Muhaddits Delvi, Mujaddid Abad XII: “Tidak didapatkan seseorang yang seperti beliau yang Allah utus kepada manusia sebagai pembawa syariat.” (Tafhimatul Ilahiyyah, Jilid II, hal. 72; APB, hal. 204).

12. Syech Abdul Qadir Al-Rustani: “Setelah beliau saw., tak dibangkitkan seorang Nabi pembawa syariat baru.” (Taqribul-Maram, Jilid II, hal. 233; AKN, hal. 13).

13. Maulana Abu Hasanat Abdul Hayye: “Setelah pribadi Rasulullah saw., tidak tertutup kemungkinan adanya Nabi kecuali pembawa syariat baru.” (Dafi’ul Was-waas, hal. 16; AKN, hal. 13).

14. Ahli Tasawuf, Mirza Madhzar Jan Jana (wafat, 1781): “Selain pembawa syariat sempurna, bagi Allah tidak ada penghalang adanya Kenabian lain.” (Maqamat Mazhari, hal. 88; AKN, hal. 14).

15. Syech Abu Said Mubarak Ibn Ali Mahzumi (wafat, 513 H): “Manusia yang paling sempurna.” (Tuhfah Mursalah Syarif Materjam, hal. 51; AKN, hal. 21).

16. Sufi Abu Abdullah Muhammad bin Ali Hussain Al-Hakim At-Tarmidzi (wafat, 308 H): “Nabi terakhir dalam hal kedatangan tiada keistimewaan, ini adalah ta’wil orang-orang bodoh dan jahil.” (Kitaab Khaatamul-Auliyaa’, hal. 341; AKN, hal. 21).

17. Maulana Muhammad Qosim Nanotawi (wafat, 1297 H): “Kedudukan terpuji.” (Tahzirun-Naas, hal. 3; AKN, hal. 22).

18. Imam Fachruddin Ar-Razi (wafat, 544 H): “Harus berarti paling mulia.” (Tafsir Kabir, Jilid VI, hal. 31).

19. Sayyid Abdul Karim Jailani (wafat, 767 H): “Pembawa kesempurnaan.” (Insaanul-Kamiil, Bab 36, Jilid X, hal. 69).

20. Tafsir Shafi, hal. 111: “Paling mulia.”

21. Tafsir Majma’ul Bahrain, di bawah ayat “khataman-nabiyyin”: “Rasulullah saw. adalah perhiasan bagi para Nabi.” IN 76

22. Tafsir Fat’hul-Bayan, Jilid VII, hal. 286: “Cincin bagi para Nabi.” IN 81

23. Imam Qasthalani menulis dalam Syarh Bukhari: “Penyempurnaan syariat-syariat agama (Irsyad Assari Qasthalani, Jilid VII, Bab “Khataman-Nabiyyin”, hal. 256) dan turunnya Nabi Isa a.s. tidak bertentangan khataman-nubuwwat, sebab, ia ada pada agama beliau saw. (Syarh Bukhari, Jilid VII, hal. 255). IN 81

24. Akmal Addin, hal. 375 adalah kitab orang Syiah: “Kedatangan pemberi petunjuk dari antara Nabi-nabi dan Wali-wali, sekali-kali tidak boleh tertutup selagi manusia belum mengamalkan hukum-hukum Allah.” IN 82

25. Tafsir Al-Qummi, hal. 33: “Allah Taala mengambil air, lalu berfirman, Aku akan tetap menjadikan Nabi dari-mu, menjadikan Rasul, orang-orang Saleh, Imam-imam pemberi petunjuk…” IN 82

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

art

art
rose

menara putih

menara putih
The White Minaret at Qadian

baihisti maqbarah

baihisti maqbarah
pekuburan ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah
rabwah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
jalza salanah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
rabwah