allah maha mengetahui yang baik

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH ingin memberikan hadiah kepada kita pelangi yang indah

selamat datang di blog saya

tinggalkan pesan sebelum pergi

Selasa, 23 Maret 2010

KECINTAAN MIRZA GHULAM AHMAD KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Ahmadiyah adalah suatu aliran di dalam Islam yang mempercayai akan kedatangan seorang Imam Zaman. Mirza Ghulam Ahmad telah mendakwakan dirinya sebagai Imam Mahdi yang telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW. Mirza Ghulam Ahmad tidak membawa syariat namun hanya seorang mujadid di dalam Islam. Banyak pemahaman yang salah mengenai Ahmadiyah. Paham Ahmadiyah adalah mengikuti seluruh ajaran Islam yaitu tunduk pada ketentuan Al-Qur'an dan Hadist serta mengikuti seluruh sunah Rasulullah SAW.

Dalam bukunya Kebenaran Al-Masih Achir Zaman - Maulana Rahmat Ali HAOT, Mubaligh Ahmadiyah Qadian di Indonesia menuliskan sebagai berikut :
..............saya hendak menguraikan pula amal-amal Hazrat Masihil Mau'ud a.s. yang menyaksikan cintanya beliau kepada Rasulullah SAW :
1. Pada suatu hari Pandit Lekram, pemuka agama Hindu yang saya sudah terangkan di bagian lain dalam buku ini, mengunjungi Hazrat Masihil Mau'ud a.s.. Setibanya, lalu ia memberi salam. Waktu itu Hazrat Masihil Mau'ud a.s. sedang mengambil air sembahyang, dan beliau tidak melihat kedatangan Pandit Lekram itu. Kemudian ada seseorang yang memberitahukan kepada beliau bahwa Pandit Lekram telah datang , dan memberi salam secara hindu, tiga kali berturut-turut. Akan tetapi oleh karena Hazrat Masihil Mau'ud a.s. tidak menjawab, maka ia pulanglah kembali.

Mendengar perkataan orang ini, lalu Hazrat Masihil Mau'ud a.s. berkata begini: "Ah Pandit Lekram telah terlalu banyak menghinakan Rasulullah SAW. Apakah perlunya saya menerima salam dari orang yang menghinakan Rasulullah."

Inilah contoh yang terang bagaimana besar kecintaan Masihil Mau'ud a.s. kepada Rasulullah SAW.

2. Dalam Tahun 1983, di Amritzar telah dilangsungkan perdebatan pemuka-pemuka Kristen dan Hazrat Masihil Mau'ud a.s. . Waktu itu Dr. Padri Marten Clark memanggil Hazrat Masihil Mau'ud dengan kawan-kawan beliau untuk minum teh.
Mendengar undangan itu, lalu Hazrat Masihil Mau'ud berkata: "Orang Kristen telah menghinakan Rasulullah SAW bagaimana saya bisa meminum teh bersama-sama mereka."

3. Didalam tahu 1907 di Lahore, orang Hindu Aria mengadakan suatu konferensi agama. Mereka undang Hazrat Masihil Mau'ud a.s.. Lalu Hazrat Masihil Mau'ud mengarang suatu karangan yang mesti dibacakan oleh Hazrat Chalifah ke-I Maulana Nuruddin. Perginya ke Lahore ditemani oleh beberapa Ahmadi lainnya. Didalam pidatonya, orang Hindu Aria banyak mengeluarkan penghinaan kepada Rasulullah SAW dengan berbagai tuduhan.
Ketika Hazrat Masihil Mau'ud a.s. mendengar berita itu, lalu beliau marah kepada Hazrat Chalifah Nuruddin, sambil berkata : "Apa sebab tuan tinggal duduk saja mendengar penghinaan kepada Rasullulah SAW, apa sebab kamu tidak berdiri?"
Hazrat Califatul Masih II yang waktu itu juga hadir didalam majelis itu sebagai kawan Hazrat Chalifah Nuruddin, dimarahi pula oleh Hazrat Masihil Mau'ud a.s. dengan pertanyaan apa sebab beliau tidak berdiri setelah mendengar penghinaan orang Hindu Aria kepada Rasullulah SAW. Hazrat Califatul Masih ke II lalu menerangkan, waktu terjadi ucapan penghinaan itu beliau lalu bediri, dan hendak keluar, akan tetapi ruangan penuh sesak sehingga tidak bisa berjalan melewati orang banyak.
Waktu itu juga Hazrat Masihil Mau'ud a.s. lalu menulis buku menjawab segala tuduhan dan penghinaan orang Hindu Aria itu. Buku itu dinamakan beliau "Casma Ma'rifat."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

art

art
rose

menara putih

menara putih
The White Minaret at Qadian

baihisti maqbarah

baihisti maqbarah
pekuburan ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah

jamaah ahmadiyyah
rabwah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
jalza salanah

ahmadiyyah

ahmadiyyah
rabwah